Kamis, 27 Oktober 2011

Laporan Pendampingan SMK




I.       PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang paling fundamental didalam suatu negara, karena sebagai tempat mencetak generasi penerus bangsa. Untuk mewujudkan visi pendidikan nasional menurut UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, salah satu misi yang dilakukan adalah meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. SMK sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan tamatan yang memiliki ketrampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkan standar nasional dan global perlu terus ditingkatkan. Untuk meningkatkan mutu SMK tersebut, Direktorat Pembinaan SMK telah melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah program Bantuan Pendampingan SMK. Program ini telah dimulai sejak tahun 2006, dan pelaksanaan program tersebut dirasakan sangat bermanfaat oleh SMK. Program Bantuan Pendampingan SMK adalah program perbantuan yang dilakukan oleh Lembaga/Institusi Pendidikan yang memiliki pengalaman dan kompetensi untuk memberikan bimbingan dan layanan dalam bidang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) SMK, peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan inovasi metodologi pembelajaran, membangun sumber belajar, peningkatan networking, dan pengembangan standar-standar pendidikan. Memperhatikan hal-hal tersebut di atas, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan kembali menyelenggarakan Program Bantuan Pendampingan SMK. Dalam pelaksanaan pendampingan Smk ini, tugas utama para peserta adalah mengajar sesuai dengan program keahlian yang dibutuhkan oleh SMK. Sebagai tugas tambahan peserta juga mempunyai tugas mendampingi SMK dalam kegiatan Penataan sistem administrasi sekolah, pembenahan media pembelajaran, pembenahan dan penataan perpustakaan, penataan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, serta pengembangan kegiatan ekstra kurikuler sekolah.
B.     Tujuan
1.      Membantu peningkatan angka partisipasi pendidikan menengah kejuruan di Kabupaten/Kota yang angka partisipasinya relatif masih rendah;
2.      Membantu keberlangsungan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada SMK yang masih kekurangan tenaga pengajar produktif
3.      Memberikan layanan pendampingan pada SMK untuk mewujudkan profil yang diharapkan antara lain dalam hal:
a.       Peningkatan pengelolaan sekolah;
b.      Peningkatan kualitas penyelenggaraan KBM;
c.       Pengembangan alat bantu belajar mengajar


C.    Manfaat
1.      Meningkatnya angka partisipasi pendidikan menengah kejuruan di Kabupaten/Kota tempat SMK yang didampingi;
2.      Terselenggaranya kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lebih baik dengan indidkasi meningkatnya persentase pencapaian target kurikulum dan persentase daya serap siswa;
3.      Adanya percepatan dalam upaya pencapaian janji kinerja (profil) SMK yang telah ditetapkan.
4.      Tersedianya konsep implementasi standar-standar pendidikan yang diperlukan sekolah untuk mewujudkan target yang direncanakan;










II.    PELAKSANAAN

A.    Pembekalan
Program pendampingan tahap pertama tahun 2010 ini  dilaksanakan April - Agustus 2010, Untuk membekali para peserta pendamping maka di adakan kegiatan pembekalan agar kesiapan para peserta program pendampingan tercipta. “Pembekalan  Program Pendampingan SMK UNS 2010 Tahap I” ini dilaksanakan selama empat hari yang dimulai pada hari selasa, 20 April 2010 dan diakhiri hari Jumat, 23 April 2010. Dalam rentang waktu itu diberikan materi-materi yang berkaitan dengan program pendampingan ini.
Pada hari pertama berbicara sebagai narasumber adalah Dekan FKIP UNS, Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. Beliau menyajikan sebuah tema yang sangat menarik bagi para peserta dimana mereka adalah calon-calon guru. Tema yang beliau suguhkan adalah ” Menjadi Guru Sejati”, untuk mengakhiri materi dari beliau selaku Dekan sekaligus membuka acara pembukaan pembekalan pendamingan SMK tahap I tahun 2010. Sedangkan narasumber berikutnya adalah Ir. Moh. Abduh, M.Sc dari Subdit Pembinaan SMK. Beliau berbicara mengenai kebijakan Pembinaan SMK tentang Program Pendampingan SMK,
Hari berikutnya, pembekalan peserta difokuskan pada penguatan bidang teaching dan non-teaching. Materi ini diberikan dalam rangka untuk membekali peserta dalam statusnya sebagai calon pengajar Dalam Materi ini menjelaskan secara detail bagaimana menjadi seorang pengajar/guru, sekaligus menerangkan kegiatan adminstrasi yang perlu dikerjakan oleh seorang guru.
Hari ketiga dan keempat, disajikan tema yang bersifat teknologi. Tema materi ini adalah “Penguasaan Teknologi Informasi”. Pada sessi pertama disajikan “Pengelolaan Website Berbasis CMS Wordpress” dan sessi kedua ” Manajemen Jaringan”. Materi-materi di atas disampaikan oleh Tim ICT FKIP UNS. Dengan kedua materi ini, diharapkan peserta dapat menguasai teknologi yang saat ini baru “in” di setiap sekolah. Selain itu jugadiharapkan peserta dapat meng up date informasi kegiatan yang dilakukan selama dilokasi pendampingan dengan me posting di web pendampingan SMK, sehingga informasi dapat terpantau dan dapat diakses oleh semua peserta.



B.     Program Kerja
No
Program Kerja
Waktu
Personal yg terlibat
Materi
Lokasi
Metode pelaksanaan
Target
1.
Pemberitahuan/ permisi
Minggu ke IV April
Peserta, Kepala sekolah, dan kepala TU
Surat tugas
SMK N 2 Purbalingga
Telepon dan Tatap muka
Pihak sekolah mengetahuai tentang program pendampingan SMK
2.
Perkenalan dan Observasi
Minggu I Mei
Peserta dan guru Program TPHP
-
Lab TPHP, dan lingkungan sekolah
Wawancara, Diskusi dan pengamatan
Terjalin hubungan yang baik antara pesrta dan guru TPHP, pesrta mengetahui kondisi awal SMK
3.
Pengelolaan dan Administrasi, Lab dasar pengolahan pangan jur TPHP
Minggu ke I – IV Mei
Peserta dan siswa TPHP
-
Lab TPHP
Inventarisasi, penataan
Tertatanya lingkungan sekolah yang nyaman dan tertib
4.
KBM
Minggu ke I Mei – Minggu ke III Agustus
Peserta dan siswa
Silabus, RPP, Media
Ruang Teori
Ceramah, diskusi, evaluasi
Terlaksananya KBM di Program TPHP dan siswa ahli dalam prakteknya
5.
Ekstrakurikuler
Minggu ke I Mei – Minggu ke IV Juli
Peserta, guru, dan siswa
-
SMK N 2 Purbalingga
Diskusi
Meningkatnya kemampuan siswa  sesuai bidangnya
6.
Pelaksanaan UUB dan PPDB
Minggu IV Mei – Minggu ke II Juli
Peserta, Guru dan Siswa
-
SMK N 2 Purbalingga
-
Tertatanya administrasi sekolah yang baik
7.
Pengelolaan perpustakaan
Minggu ke II Juli – minggu ke III Agustus
Peserta, Guru
-
Perpustakaan
-
Tertatanya buku serta penciptaan administrasi perpustakaan yang baik


III. KONDISI AWAL SMK

A. Teaching (silabus dan RPP, PBM, Evaluasi, Media)
SMK N 2 Purbalingga yang baru berdiri sejak tahun 2004, pada tahun 2001 sebenarnya bergabung dengan SMK N 1 Purbalingga, setelah tahun 2004 jurusan perikanan dan peternakan memisahkan diri menjadi SMK 2 Purbalingga ini, kemudian tahun 2006 dibuka kelas baru yaitu Teknik Mesin Otomotif (TMO) dan pada tahun 2008 dibuka kembali jurusan baru yaitu Pengolahan Pangan HAsil Pertanian. Sehingga sekarang telah memiliki empat jurusan dengan nama baru yaitu: Agribisnis Perikanan, Agribisnis Peternakan, Teknik Kendaraan Ringan, dan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian dengan total kelas yang dimiliki sejumlah 25 kelas dan jumlah tenaga pengajar sebanyak 61 orang guru. Untuk jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian baru berdiri sejak tahun 2008, sehingga belum meluluskan siswanya. Saat ini jurusan ini mempunyai empat guru produktif, dan sebagai Ketua Program Keahliannya adalah R. Yanyan Rohyana, SP.
Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Salah satu hal yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan SMK tersebut salah satunya adalah kelengkapan administrasi mengajar (RPP, Silabus, PMB, alat evaluasi dan media). Dari hasil observasi awal di lapangan terkait dengan kelengkapan administrasi mengajar di SMK N 2 Purbalingga, secara keseluruhan baik. Mengenai detail dari klasifikasi baik tersebut diantaranya adalah RPP dari tenaga pengajar sudah menggunakan RPP dengan format terbaru dari pedoman pengembangan kurikulun terbaru. Kemudian untuk silabus yang dipakai juga sudah mengacu pada KTSP terbaru yang tentunya sudah dikembangkan dari pihak SMK terkait dengan program jurusan yang ada. Dalam proses belajar mengajar masih menerapkan proses lama yaitu dengan metode ceramah oleh para tenaga pengajar kemudian disertai dengan evaluasi kecil dengan tanya jawab dari tenaga pengajar kepada para siswa. Kemudian untuk alat evaluasi yang dipakai dalam proses pembelajaran masih menggunakan soal - soal ujian maupun ulangan harian terkait dengan materi yang sudah diberikan. Terkait untuk mata pelajaran produktif ditunjang dengan praktek-praktek pengolahan pangan hasil pertanian yang dilakukan di laboratorium dasar pengolahan pangan.Namun di SMK N 2 Purbalingga ini masih belum adanya Lab Uji Mutu sehingga terkait dengan mutu hasil dari pengolahan hasil pertaniannya belum dapat diuji. Mengenai media pembelajaran SMK N 2 Purbalingga masih menggunakan media buku paket yang disediakan dari pihak sekolah untuk pelajaran adaptif.. Model pengembangan media pembelajaran lain belum dilakukan, misalnya penggunaan power point ataupun media audio visual belum terlaksana, dikarenakan masih terbentur dengan sarana dan prasarana yang  masih terbatas

B. Non Teaching
SMK N 2 Purbalingga mempunyai pengelolaan administrasi yang sudah baik, yang dikelola oleh Tata Usaha, beberapa fasilitas belajar yang dimiliki antara lain: laboratorium TKR, lab Biologi, lab perikanan, lab peternakan, dan lab dasar pengolahan pangan. Beberapa sarana lainnya seperti perpustakaan, ruang UKS, lapangan, toilet, masjid, dan ruang OSIS dan pramuka. Masing-masing Laboratoriom masih mepunyai berbagai kekurangan seperti khususnya pada Program keahlian TPHP belum mempunyai lab uji mutu, belum juga adanya lab kimia dan fisika sebagai penunjang proses belajar mengajar. Sedangkan untuk ruang perpustakaan ada tetapi belum dikelola dengan baik, karena buku-buku yang tersedia masih sangat minim juga belum ada person khusus yang mengelola perpustakaan. Untuk lapangan sudah ada lapangan sepakbola, namun untuk lapangan basket dan lapangan volley belum ada. Untuk masjid sudah sangat layak, bangunannya bagus dan lumayan luas. Smk N 2 Purbalingga  selain mempunyai kegiatan  belajar mengajar juga ada kegiatan ekstra kurikuler. Diantaranya pramuka yang dilaksanakan setiap jumat, Rohis untuk kegiatan keagamaan Islam, English Speaking Club (ESC) untuk yang  berminat mengembangkan bakat berbahasa Inggrisnya. Ada juga berbagai kegiatan olahraga seperti sepakbola dan basket. Untuk menunjang ketrrampilan Desain grafis ada juga ekstra Desain grafis. Selain itu juga ada Palang Merah Remaja (PMR) dan Karya Ilmiah Remaja (KIR)



IV. RANCANGAN DAN JADUAL KEGIATAN
A.    Teaching (silabus dan RPP, PBM, Evaluasi, Media)
NAMA SEKOLAH                           :  SMK NEGERI 2 PURBALINGGA
MATA PELAJARAN                                    :  DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
KELAS/SEMESTER                                    :  X/1
STANDAR KOMPETENSI                :  Mengenal Komoditas Hasil Pertanian
KOMPETENSI KEAHLIAN               :  Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian
KODE KOMPETENSI                     :  114.DKK.1
DURASI PEMBELAJARAN                :  72 X 45


KOMPETENSI DASAR
MATERI PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
INDIKATOR
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR/ ALAT / BAHAN BELAJAR
TM
PS
PI
1 Menggolongkan komoditas hasil pertanian







2.  Menguji sifat-sifat komoditas hasil pertanian









§ Jenis, kandungan utama, daya tahan, kegunaan







§ Identifikasi sifat fisis
§ Identifikasi sifat morfologis
§ Identifikasi sifat fisiologis
§ Identifikasi sifat khemis




§ Menjelaskan pengelompokkan hasil pertanian
§ Menjelaskan kandungan bahan utama dalam industri pangan.
§ Menjelaskan sifat karakteristik bahan terhadap daya tahan

§ Menjelaskan sifat interinsik bahan           ( vitamin, protein, lemak, kadar air. Karbohidrat, dll ).
§ Menjelaskan sifat ekstrinsik bahan           ( kilap, bentuk, ukuran, densitas, sudut repose, warna, dimensi, sifat permukaan, dll )


§ Jenis-jenis bahan hasil pertanian dipahami









§ Sifat karakteristik intrinsik dan ektrinsik  diidentifikasi



§ Tes tertulis
§ Observasi
§ Tes lisan
§ Laporan tertulis
§ Laporan hasil praktek



§ Tes tertulis
§ Observasi
§ Tes lisan
§ Laporan tertulis
§ Laporan hasil praktek






6









6











4
(8)








6
(12)










-
















§ Bahan hasil pertanian                    ( serealia, kacang–kacangan, sayur, buah, umbi, rempah, atsiri, hasil hewani, ikan dan telor )
§ Buku Pengetahuan Bahan Hasil Pertanian
§ Gambar/ CD
§ Download internet

§ Bahan hasil pertanian                    ( serealia, kacang–kacangan, sayur, buah, umbi, rempah, atsiri, hasil hewani, ikan dan telor )
§ Buku pengetahuan bahan hasil pertanian
§ Buku penilaian mutu dan pedoman pengujian sifat bahan
§ Download internet




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata pelajaran                    :  DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
Kelas / Semester                   :  X / Ganjil
Pertemuan Ke-                     :  1-3
Alokasi waktu                       :  TM = 6 x 45 menit     PS = 4 (8) x 45 menit             
Standar Kompetensi           :  Mengenal Komoditas Hasil pertanian
Kompetensi dasar                :  Menggolongkan Komoditas Hasil pertanian
Indikator                                :  Jenis-jenis bahan hasil pertanian dipahami

I.               TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Siswa dapat menjelaskan pengelompokkan hasil pertanian.
b. Siswa dapat menjelaskan kandungan utama dalam industri pangan.
c. Siswa dapat menjelaskan sifat karakteristik bahan terhadap daya tahan.
II.            MATERI AJAR
         Menggolongkan Komoditas Hasil pertanian
III.          METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah bervariasi.
b. Diskusi.
c. Penugasan.
d. Praktik.
IV.          LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1.       Kegiatan Pendahuluan / Awal
         a. Absensi.
         b. Appersepsi.
          c. Pre test
2.       Kegiatan Inti
a.        Menjelaskan pengelompokkan hasil pertanian.
b.        Menjelaskan kandungan bahan utama dalam industri pangan.
c.        Menjelaskan sifat karakteristik bahan terhadap daya tahan.
d.        Tanya jawab mengenal komoditas hasil pertanian.
e.        Mengenal praktek pengenalan komoditas hasil pertanian.
3.            Kegiatan Penutup
a.        Guru melaksanakan post-test.
b.        Membuat rangkuman/ kesimpulan materi.

V.             ALAT-ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1.       Modul Komoditas Pertanian.
2.       Bahan Hasil Pertanian (Serealia, kacang-kacangan, sayur, buah, umbi, rempah, atsiri, hasil hewani, ikan dan telur).
3.       Gambar / CD.
4.       Download internet.
VI.          PENILAIAN
Penilaian Hasil Belajar :
1. Prosedur penilaian              : Pada akhir pembelajaran.
2. Jenis penilaian                     : Tertulis
3. Bentuk penilaian                                : Tes tertulis
  Observasi / pengamatan






 































B.     Uraian Kegiatan
1.      Perkenalan dan Observasi
Sebelum datang ke SMK Negeri 2 Purbalingga peserta pendampingan menghubungi pihak seolah menggunakan telepon untuk memberitahukan bahwa akan ada program pendampingan SMK di sekolah tersebut. Kemudian hari berikutnya peserta berangkat menuju sekolah. Sampai di SMK 2 Purbalingga kepala sekolah sedang ada pelatihan di Semarang sehingga di temui oleh Wakasek kurikulum. Peserta menjelaskan maksud kedatangan dan memberikan surat tugas yang telah dibawa. Perkenalan hari pertama hanya sampai sekian, dilanjutkan mencari tempat tinggal untuk tempat menginap selama peserta berada di SMK N 2 Purbalingga.
Hari kedua masuk sekolah langsung menghadap kepala sekolah, satelah menjelasan maksud dan tujuan program pendampingan SMK bapak Kamson selaku kepala sekolah memanggil Ketua Program Keahlian Teknologi Pengolahan  Hasil Pertanian, karena jurusan tersebut bidang yang akan didampingi. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan bersama guru produktif di jurusan TPHP. Perkenalan ini dilaksanakan dilaboratorium TPHP, dalam perkenalan ini peserta dapat mengenal lebih dekat tentang jurusan TPHP. Setelah perkenalan selesai peserta pendampingan kemudian melakukan observasi keadaan sekolah. Dengan pengamatan ini maka peserta dapat membuat program kerja demi kemajuan sekolah.
2.      Pengelolaan dan Administrasi Laboratorium Pengolahan Pangan jurusan TPHP
Sesuai dengan diskusi yang dilakukan pada saat perkenalan maka di jurusan TPHP perlu penertiban administrasi terutama administrasi laboratorium. Melihat kondisi yang ada di laboratoium TPHP yang baru berdiri belum ada satu tahun, maka hal yang pertama dilakukan adalah menginventarisasi kekayaan yang ada didalam laboratorium. Setelah semua alat dan perabot yang ada di data kemudian dilakukan pelabelan. Pelabelan ini bertujuan untuk menginventarisasi agar ketika ada barang yang hilang atau rusak dapat segera diketaui. Selain itu juga untuk menentukan kebutuhan alat pada tahun ajaran berikutnya. Untuk pelabelan ini peserta pendampingan membuat label dengan kertas stiker yang dapat ditempel di setiap perabot.
Hal yang lain yang dilakukan adalah memperbaiki file logo jurusan TPHP, karena jurusan TPHP dahulu bernama Pengolahan Pangan Hasil Pertanian. Sehingga logo yang ada harus diubah sesuai namanya sekarang. Peserta melakukan desain ulang dengan menggunakan aplikasi program adop photoshop. Setelah logo jurusan selesai di desain ulang kemudian file-file yang ada dijurusan harus diganti semua dengan logo yang baru. Dengan ini maka logo yang sekarang telah sesuai dengan nama jurusannya yaitu Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian.
Peserta bersama guru juga melakukan penataan administrasi karena akan dilakukan audit jurusan, selain itu juga untuk menertipkan arsib-arsib yang ada agar administrasi berjalan dengan baik. Laporan praktek kerja industri yang dibuat oleh siswa jugadilakukan pendataan dan pelabelan agar ketika ada yang meminjam dapat terpantau. Selain itu untuk mempersiapkan tahun ajaran baru maka bersama kaprohli, peserta pendampingan membantu membuat pemetaan standart kompetensi dan pembagian tugas guru untuk tahun ajaran 2010/2011. Selain hal tersebut masih banyak lagi yang dilakukan oleh peserta disekolah, seperti pembuatan profil jurusan, membuat sertifikat prakerin, inventarisasi buku ajar dan melabelinya. Serta membantu audit keuangan jurusan dan masih banyak lagi.
3.      KBM
Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di SMK Neger 2 Purbalingga ini sudah berjalan dengan baik, sehingga peserta pedampingan hanya membantu dalam kegiatan belajar mengajar bersama guru produktif, membantu mengawasi pada saat praktikum. Membantu mengoreksi hasil ulangan siswa, membantu mempersiapakan praktikum. Sudah banyak praktek yang dilakukan oleh siswa selama peserta pendampingan berada di sekolah ini. Antara lain praktek membuat pupuk bokasi, penyangraian, pateurisasi susu, membuat kripik tahu, pangsit, brownis kukus dan sebagainya. Untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas peserta hanya diberi kesempatan satu kali yaitu pada jam bapak R. Yanyan Rohyana, SP. Peserta pendampingan tidak banyak melakukan KBM karena guru disini sudah cukup dan waktu pendampingan juga yang sudah mendekati Ulangan Umum Bersama semester genap. Hanya saja guru produktif yang ada di jurusan TPHP ini kurang sesuai dengan jurusannya. Kebanyakan guru berasal dari lulusan budidaya pertanian dan agrobisnis. Selain itu juga belum adanya Laboratorium yang layak dan Laboratorium uji mutu untuk menunjang proses praktikum.
Tahun ajaran baru segera datang maka peserta pendampingan, guru, dan juga siswa melakukan survey prakerin untuk mempersiapkan Dunia Usaha/ Dunia Industri yang akan ditempati. Memasuki Tahun ajaran baru 2010/2011, SMK N 2 Purbalinga melakukan persiapan menjelang pelaksanaan Prakerin Tahun 2010 bagi siswa – siswi kelas XI khususnya jurusan TPHP. Dimulai pengumpulan wali murid untuk menginformasikan tentang tujuan dari prakerin serta diharapkan orangtua ikut memantau dalam pelaksanaan prakerin, rapat wali murit dilaksanakan pada hari Selasa 6 Juli 2010, kemudian pada hari Rabu tanggal 7- 8 Juli 2010, pihak sekolah oleh guru pengampu prakerin memberi pembekalan bagi siswa menjelaskan mengenai hal – hal penting terkait pelaksanaan Prakerin tahun 2010. Dari pelaksanaan Prakerin tersebut diharapkan siswa – siswi dapat memanfaatkan dengan sebaik – baiknya terutama mengenai ilmu yang akan diperoleh di lapangan hasil dari pengembangan teori di sekolah. Tujuan umum yang ingin dicapai dari pelaksanaan Prakerin tersebut adalah mengurangi kesenjangan antara profil tenaga kerja output pendidikan dengan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari Prakerin antara lain memperoleh pengalaman tentang keteknikan / keterampilan didunia usaha atau industri dan sekaligus memperoleh pengetahuan tentang manajemen industri. Sebelum siswa diberangkatkan dilakukan test kehamilan, hal ini dilakukan untuk memantau kondisi siswa sebelum berangkat prakerin, karena sebagian besar  siswa jurusan TPHP adalah perempuan, ini dilakukan untuk memberikan pelajaran agar siswa selama melakukan prakerin fokus dan tetap menjaga nama baik sekolah. Kemudian pada tanggal 9 Juli siswa langsung dilepas oleh Kaproli untuk melakukan Prakerin dimasing- masing DU/DI di sekitar Purbalingga dan Purwokerto, untuk pelaksanaan Prakerin akan dimulai pada tanggal 12 Juli 2010 dan diakhiri pada tanggal 03 September 2010. Kemudian siswa diwajibkan untuk membuat laporan prakerin.
Bulan Juli tahun ajaran baru dimulai, siswa mulai melakukan kegiatan belajar mengajar, namun hanya ada kelas X dua kelas dan kelas XII ada dua kelas karena untuk kelas XI masih melaksanakan prakerin. Baru sebulan melaksanakan tahun ajaran baru, sudah memasuki bulan suci ramadhan sehingga selama bulan ramadhan satu jam pelajaran hanya 30 menit. Peserta pendampingan kembali diberi kesempatan untuk memberikan materi dan membimbing siswa dalam materi pengemasan produk pengolahan hasil pertanian. Sebelum praktek peserta pendampingan memberikan materi selama dua jam pelajaran pada masing-masing kelas kemudian pertemuan berikutnya empat jam pelajaran untuk praktikum pengemasan hasil pengolahan pertanian.
4.      Ekstrakurikuler
Tidak banya yang dilakukan peserta pendampingan dalam mengelola ekstrakurikuler disekolah karena pada saat peserta tiba di sekolah sudang menjelang akhir semester sehingga ekstrakurikuler sudah jarang dilaksanakan. Peserta pendampingan hanya melakukan pembimbingan untuk mempersiapkan Lomba Kompetensi Siswa tingakt kabupaten Purbalingga. Lomba dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Juli 2010 yang bertempat di SMK Negeri 1 Purbalingga.
Dalam rangka pencitraan sekolah, guru produktif jurusan TPHP juga melakukan pengabdian masyarakat yaitu menjadi fasilitator pelatihan kewirausahaan dan kompetensi memasak masyarakat. Peserta juga terlibat dalam pelaksanaan pelatihan ini. Pelatihan yang pertama yaitu melatih Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MD) Kecamatan Mrebet yang dilakukan di ruang teori sekolah dan juga Laboratorium TPHP. Pelatihan ini dilaksanakan diluar jam kegiatan belajar mengajar yaitu hari kamis tanggal 13 Mei dan minggu 16 Mei 2010. Dalam pelatihan ini banyak mengajarkan bagaimana mengelola sebuah usaha, menumbuhkan jiwa wirausaha dan bagaimana mengolah bahan pangan. Banyak resep yang diajarkan pada pelatikan ini antara lain keripik tahu, brounis kukus, pastel, pangsit dan sebagainya.
5.      Pelaksanaan UUB dan PPDB
Evaluasi belajar untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan mengadakan Ulangan Umum Bersama (UUB). Kegiatan UUB semester genap Tahun Ajaran 2009/2010 dimulai pada Senin tanggal 31 Mei 2010 sampai dengan Rabu 09 Juni 2010. UUB ini berjalan dengan baik dan lancar, kegiata UUB ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai kemamuan akademis dari setiap siswa untuk nantinya menjadi bahan evaluasi proses pembelajaran untuk tahun ajaran yang baru.
Setelah semester genap Tahun Ajaran 20092010 selesai, SMK Negeri 2 Purbalingga juga mempersiapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PSB) untuk Tahun Ajaran 2010/2011. Pelaksanaan PSB tersebut dilaksanakan tanggal 28 Juni – 3 Juli 2010. Kemudian siswa yang mendaftar diharuskan mengikui test wawancara yang dilakukan pada hari senin, 5 Juli dan melakukan daftar ulang pada hari selasa sampai dengan kamisnya. Pada tahun ajaran baru ini pendaftar jurusan TPHP semakin menurun dan juga jurusan yang lainnya. Hal ini mungkin dikerenakan semakin banyaknya SMK baru yang berdiri. Untuk jurusan TPHP yang mendaftar ada 63 siswa namun yang melakukan daftar ulang hanya 57 siswa. Padahal pada tahun pertama jurusan ini dibuka pendaftarnya sampai 120an siswa sehingga terpaksa harus ada yang tidak diterima. Tahun kedua ada 80an siswa. Namun di tahun ini kondisinya semakin manurun. Sampai-sampai waktu daftar ulang diperpanjang sampai dengan hari jumatnya, dan jika ada siswa yang mendaftar masih diterima.
Tahun ajaran baru dimulai pada hari senin, 12 Juli 2010, diawali dengan upacara bendera dan dilanjutkan pembukaan Masa Orietasi Siswa oleh bapak Drs. Kamson, SH, MM selaku kepala sekolah. Selama tiga hari siswa baru melaksanakan MOS yang dibimbing oleh pengurus OSIS. Banyak materi yang diajarkan didalamnya yang mencakup wawasan wiyata mandala. Pada hari kedua siswa diperkenalkan dengan profil jurusan TPHP. Pada acara itu ditampilkan slide profil jurusan TPHP, guru pengempu dan juga dokumentasi kegiatan yang dilakukan olah siswa jurusan TPHP. Dengan MOS ini diharapkan siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik, serta segera dapat melakukan adaptasi di lingkungan yang baru. Pada hari Jumatnya dilanjutkan dengan penerimaan tamu ambalan yang dilaksakan di lapangan Pengalusan, Kabupaten Purbalingga. Selama tiga hari juga siswa di latih kepramukaan, dan juga mental kepemimpinan.
6.      Pengelolaan perpustakaan
Pengelolaan perpustakaan diharapkan dapat terkondisikannya buku serta penciptaan administrasi perpustakaan yang baik. Namun dalam pogram kerja ini terkendala kebijakan sekolah, minimnya ketersediaan buku, belum ada penanggung jawab khusus. Namun beberapa minggu ini dilakukan menyeleksian calon pustakawan, dan pada hari senin tanggal 19 Juli 2010 sudah mulai masuk dan resmi menjadi pustakawan yang ada di perpustakaan SMK Negeri 2 Purbalingga ini. Sehingga dalam pengelolaan perpuskaan peserta pendampingan tidak banyak terlibat.



V.    PERMASALAHAN DAN PENANGGULANGANNYA

Pelaksanaan kegiatan pendampingan SMK ini ditemukan permasalahan yang di alami oleh peserta. Di antara kendala keterbatasan kemampuan peserta dalam melakukan kegiatan di lokasi pendampingan, selain itu juga ada program kerja yang tidak terlaksana karena terbentur dengan kebijakan yang ada di sekolah. Namun semaksimal mungkin peserta tetap melakukan program kerja dengan bekerjasama dengan pihak sekolah.  Secara rinci diuraikan pada tebel dibawah ini:

No
Program Kerja
Tujuan
Target yang dicapai
Permasalahan
Penanggulangan
1.
Pemberitahuan/ permisi
Pihak sekolah mengetahuai tentang program pendampingan SMK
Pemberitahuan dapat berjalan 90%
Tidak dapat langsung diterima oleh kepala sekolah
Meninggalkan pesan agar disampaikan kepada Kepala sekolah
2.
Perkenalan dan Observasi
Terjalin hubungan yang baik antara pesrta dan guru TPHP, pesrta mengetahui kondisi awal SMK
Perkenalan dan Observasi berjalan lancar 99%
Pertama datang kepala sekolah tidak ditempat
Diterima wakasek, dan hari berikutnya menghadap kembali
3.
Pengelolaan dan Administrasi, Lab dasar pengolahan pangan jur TPHP
Tertatanya lingkungan sekolah yang nyaman dan tertib
Sebagian administrasi, dan kondisi Lab sudah teratur 70%
Kurangnya sarana dan prasarana di Lab
Memanfaatkan sumber daya yang ada dengan semaksimal mungkin
4.
KBM
Terlaksananya KBM di Program TPHP dan siswa ahli dalam prakteknya
Belum terlaksana sepenuhnya 60%
Guru sudah cukup, waktu yang sudah tidak efektif KBM, lab kurang memadai, belum ada lab uji mutu
Membantu KBM yang dilakukan oleh guru, dan pro aktif dalam kegiatan praktek siswa, memaksimalkan lab yang ada
5.
Ekstrakurikuler
Meningkatnya kemampuan siswa  sesuai bidangnya
Terlaksana sebagian
60%
Waktu yang sudah tidak efektif (mendekati UUB)
Bekerjasama dengan guru pembimbing ekstra
6.
Pelaksanaan UUB dan PPDB
Tertatanya administrasi sekolah yang baik
Sebagian besar lancar 90%
Ada siswa yang tidak bisa hadir, pendaftar TPHP menurun
Ujian susulan, jadwal daftar ulang diperpanjang
7.
Pengelolaan perpustakaan
Tertatanya buku serta penciptaan administrasi perpustakaan yang baik
Belum terlaksana 10%
Terkendala kebijakan sekolah, minimnya ketersediaan buku, belum ada penanggung jawab khusus
Perpus dibuka ketika guru yang bertanggungjawab ada waktu luang. Dalam waktu dekat ada rekrutmen karyawan



















VI. PENUTUP

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Purbalingga adalah institusi yang berpotensi yang masih perlu dan dapat dikembangkan untuk dijadikan asset nasional. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, peserta pendamping di SMK Negeri 2 Purbalingga mengacu pada rencana program kerja. Peserta pendamping secara terus-menerus mengembangkan seluruh sumber daya yang ada untuk memajukan sekolah ini. Demikian laporan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pendampingan program tindak lanjut.  






 
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata pelajaran           :  DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
Kelas / Semester          :  X / Ganjil
Pertemuan Ke-            :  1-3
Alokasi waktu             :  TM = 6 x 45 menit
                                         PS = 4 (8) x 45 menit       
Standar Kompetensi   :  Mengenal Komoditas Hasil pertanian
Kompetensi dasar       :  Menggolongkan Komoditas Hasil pertanian
Indikator                     :  Jenis-jenis bahan hasil pertanian dipahami


I.              TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Siswa dapat menjelaskan pengelompokkan hasil pertanian.
b. Siswa dapat menjelaskan kandungan utama dalam industri pangan.
c. Siswa dapat menjelaskan sifat karakteristik bahan terhadap daya tahan.
II.           MATERI AJAR
         Menggolongkan Komoditas Hasil pertanian
III.        METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah bervariasi.
b. Diskusi.
c. Penugasan.
d. Praktik.
IV.        LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1.      Kegiatan Pendahuluan / Awal
        a. Absensi.
        b. Appersepsi.
         c. Pre test
2.      Kegiatan Inti
a.       Menjelaskan pengelompokkan hasil pertanian.
b.       Menjelaskan kandungan bahan utama dalam industri pangan.
c.       Menjelaskan sifat karakteristik bahan terhadap daya tahan.
d.      Tanya jawab mengenal komoditas hasil pertanian.
e.       Mengenal praktek pengenalan komoditas hasil pertanian.
3.           Kegiatan Penutup
a.       Guru melaksanakan post-test.
b.       Membuat rangkuman/ kesimpulan materi.

V.           ALAT-ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1.      Modul Komoditas Pertanian.
2.      Bahan Hasil Pertanian (Serealia, kacang-kacangan, sayur, buah, umbi, rempah, atsiri, hasil hewani, ikan dan telur).
3.      Gambar / CD.
4.      Download internet.
VI.        PENILAIAN
Penilaian Hasil Belajar :
1. Prosedur penilaian     : Pada akhir pembelajaran.
2. Jenis penilaian            : Tertulis
3. Bentuk penilaian        : Tes tertulis
  Observasi / pengamatan

VII.     CATATAN








                                                       




                                                                        

Purbalingga,       Juli 2010

Mengetahui,                                                                                                                          
Guru Pamong                                                            Pendamping SMK          




R. Yanyan Rohyana, S.P                                           Yunus Puratmoko
NIP. 19720202 1 019

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar